An-Nazi'at
Malaikat Yang Mencabut • 46 Ayat • Mekah
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ
Wan-nāzi‘āti garqā(n).
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras,
By those [angels] who extract with violence
وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ
Wan-nāsyiṭāti nasyṭā(n).
demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut,
And [by] those who remove with ease
وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ
Was-sābiḥāti sabḥā(n).
demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah,
And [by] those who glide [as if] swimming
فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙ
Fas-sābiqāti sabqā(n).
(malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat,
And those who race each other in a race
فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘ
Fal-mudabbirāti amrā(n).
dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia),
And those who arrange [each] matter,
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ
Yauma tarjufur-rājifah(tu).
(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta).
On the Day the blast [of the Horn] will convulse [creation],
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ
Tatba‘uhar-rādifah(tu).
(Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.
There will follow it the subsequent [one].
قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ
Qulūbuy yauma'iżiw wājifah(tun).
Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut;
Hearts, that Day, will tremble,
اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ۘ
Abṣāruhā khāsyi‘ah(tun).
pandangannya tertunduk.
Their eyes humbled.
يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ
Yaqūlūna a'innā lamardūdūna fil-ḥāfirah(ti).
Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?
They are [presently] saying, "Will we indeed be returned to [our] former state [of life]?
ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ
A'iżā kunnā ‘iẓāman nakhirah(tan).
Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)?”
Even if we should be decayed bones?
قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ
Qālū tilka iżan karratun khāsirah(tun).
Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”
They say, "That, then, would be a losing return."
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ
Fa innamā hiya zajratuw wāḥidah(tun).
(Jangan dianggap sulit,) pengembalian itu (dilakukan) hanyalah dengan sekali tiupan.
Indeed, it will be but one shout,
فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ
Fa iżā hum bis-sāhirah(ti).
Seketika itu, mereka hidup kembali di bumi (yang baru).
And suddenly they will be [alert] upon the earth's surface.
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ
Hal atāka ḥadīṡu mūsā.
Sudah sampaikah kepadamu (Nabi Muhammad) kisah Musa?
Has there reached you the story of Moses? -
اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ
Iż nādāhu rabbuhū bil-wādil-muqaddasi ṭuwā(n).
(Ingatlah) ketika Tuhannya menyeru dia (Musa) di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa,
When his Lord called to him in the sacred valley of Tuwa,
اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ
Iżhab ilā fir‘auna innahū ṭagā.
“Pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.
"Go to Pharaoh. Indeed, he has transgressed.
فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ
Fa qul hal laka ilā an tazakkā.
Lalu, katakanlah (kepada Fir‘aun), ‘Adakah keinginanmu untuk menyucikan diri (dari kesesatan)
And say to him, 'Would you [be willing to] purify yourself
وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ
Wa ahdiyaka ilā rabbika fa takhsyā.
dan aku akan menunjukimu ke (jalan) Tuhanmu agar engkau takut (kepada-Nya)?’”
And let me guide you to your Lord so you would fear [Him]?'"
فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ
Fa arāhul-āyatal-kubrā.
Lalu, dia (Musa) memperlihatkan mukjizat yang besar kepadanya.
And he showed him the greatest sign,
فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖ
Fa każżaba wa ‘aṣā.
Akan tetapi, dia (Fir‘aun) mendustakan (kerasulan) dan mendurhakai (Allah).
But Pharaoh denied and disobeyed.
ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ
Ṡumma adbara yas‘ā.
Kemudian, dia berpaling seraya berusaha (menantang Musa).
Then he turned his back, striving.
فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ
Fa ḥasyara fanādā.
Maka, dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru (memanggil kaumnya).
And he gathered [his people] and called out
فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ
Fa qāla ana rabbukumul-a‘lā.
Dia berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.”
And said, "I am your most exalted lord."
فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ
Fa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ūlā.
Maka, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan (siksaan) di dunia.
So Allah seized him in exemplary punishment for the last and the first [transgression].
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗ ࣖ
Inna fī żālika la‘ibratal limay yakhsyā.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).
Indeed in that is a warning for whoever would fear [Allah].
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ
A'antum asyaddu khalqan amis-samā'u banāhā.
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
Are you a more difficult creation or is the heaven? Allah constructed it.
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
Rafa‘a samkahā fa sawwāhā.
Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya.
He raised its ceiling and proportioned it.
وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ
Wa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā.
Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang).
And He darkened its night and extracted its brightness.
وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
Wal-arḍa ba‘da żālika daḥāhā.
Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni).
And after that He spread the earth.
اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ
Akhraja minhā mā'ahā wa mar‘āhā.
Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan.
He extracted from it its water and its pasture,
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Wal-jibāla arsāhā.
Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh.
And the mountains He set firmly
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
Matā‘al lakum wa li'an‘āmikum.
(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu.
As provision for you and your grazing livestock.
فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ
Fa iżā jā'atiṭ-ṭāmmatul-kubrā.
Maka, apabila malapetaka terbesar (hari Kiamat) telah datang,
But when there comes the greatest Overwhelming Calamity -
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ
Yauma yatażakkarul-insānu mā sa‘ā.
pada hari (itu) manusia teringat apa yang telah dikerjakannya
The Day when man will remember that for which he strove,
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى
Wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā.
dan (neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang yang melihat(-nya).
And Hellfire will be exposed for [all] those who see -
فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖ
Fa ammā man ṭagā.
Adapun orang yang melampaui batas
So as for he who transgressed
وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ
Wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā.
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
And preferred the life of the world,
فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
Fa innal-jaḥīma hiyal-ma'wā.
sesungguhnya (neraka) Jahimlah tempat tinggal(-nya).
Then indeed, Hellfire will be [his] refuge.
وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa ‘anil-hawā.
Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
But as for he who feared the position of his Lord and prevented the soul from [unlawful] inclination,
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
Fa innal-jannata hiyal-ma'wā.
sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya).
Then indeed, Paradise will be [his] refuge.
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ
Yas'alūnaka ‘anis-sā‘ati ayyāna mursāhā.
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”
They ask you, [O Muhammad], about the Hour: when is its arrival?
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Fīma anta min żikrāhā.
Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?
In what [position] are you that you should mention it?
اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ
Ilā rabbika muntahāhā.
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktu)-nya.
To your Lord is its finality.
اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ
Innamā anta munżiru may yakhsyāhā.
Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat).
You are only a warner for those who fear it.
كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا ࣖ
Ka'annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.
Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat itu), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi.
It will be, on the Day they see it, as though they had not remained [in the world] except for an afternoon or a morning thereof.
Ustaz AI QuranMu
Konteks: QS. an-naziat
Assalamu'alaikum! Ada yang bisa saya bantu jelaskan tentang surat an-naziat?
Ustaz AI sedang mengetik...